Jo-Dy Tidak Hadir, Debat Paslon Gagal

Debat pasangan calon walikota dan wakil walikota  2010-2015  yang sedianya diselenggarakan tanggal 21 April 2010 dari gedung Graha Wisata Niaga terpaksa  dibubarkan oleh KPU Kota Surakarta karena Pasangan Calon Jo-Dy tidak hadir. Ketua KPU Kota Surakarta, Didik Wahyudiono langsung mengambil alih kendali ketika presenter sekaligus moderator memanggil Pasangan Jo-Dy sampai 2 (dua) kali tidak hadir dan tidak ada yang mewakili nya. Menurut Tim pemenangan Jo-Dy, ketidakhadiran Jo-Dy terkait dengan ketidakhadiran salah satu panelis yaitu Dr. Rahayu Supanggah. Nama tersebut yang mengusulkan adalah KPU, bukan Tim Sukses, yang telah disepakati pada acara rakor Tim Sukses dan Panwas yang dselenggarakan oleh KPU. Namun setelah dikonfirmasi, Rahayu Supanggah diperoleh kepastian bahwa yang bersangkutan ada di Luar Negeri sehingga tidak dapat mengikuti acara tersebut. Berita tersebut diperoleh pada hari Senin, 19 April 2010 sore hari. menghadapi kondisi yang demikian KPU mengambil keputusan untuk mendatangkan panelis alternatif yaitu Ki Jlitheng Suparman dan segera menyampaikan melalui roundown yang diperoleh dari TATv.

Sebenarnya KPU telah sangat berbaik hati dan mengakomodir masukan Tim Jo-Dy yang mengusulkan Isharyanto, SH, M.Hum sebagai salah satu panelis, tetapi kenapa justru yang dipersoalkan malah ketidakhadiran Dr. Rahayu Supanggah, dan ketidak hadiran Dr. Widodo Muktiyo sebagai moderator, padahal kita juga sudah melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan ternyata juga tidak bisa, ungkap Agus Sulistyo, salah satu anggota KPU Solo ini. Pertemuan antara Tim Jo-Dy, Wi-Di, Panwaslu, KPU dan Poltabes 2 jam sebelum pelaksanaan,  KPU  sudah menawarkan, seandainya  ada moderator, apakah pasangan calon akan hadir pada acara tersebut. Suharsono, perwakilan  Tim Jo-Dy bersikukuh menolak hadir.

Tanggapan masyarakat atas gagalnya  debat sangat beragam.  Salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya yang sehari-hari  sebagai karyawan swasta mengaku  kecewa dengan ketidakhadiran Pak Jo-dy,  kok bisa ya? padahal masyarakat sudah pada menunggu di depan Tv ingin melihat acara debat calon walikota yang mereka nanti-nantikan karenaacara tersebut sudah sangat gencar diinformasikan baik melalui TATv maupun RRI yang akan menyiarkan secara langsung.

Senada dengan masyarakat yang lainnya, Mbok Poniyem yang sehari-hari berdagang di pasar, mengaku sudah menyiapkan diri untuk melihat acara, namun akhirnya “nggrundel” gimana tho kok tidak datang, kan sudah direncanakan dengan uang dari rakyat yang tidak sedikit kok malah tidak datang, “mosok kedua duanya tidak bisa, yo lucu tho mas ” ungkap Poniyem.

KPU Kota Surakarta  sebagai penyelenggara, hanya dapat memfasilitasi mereka berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pasangan calon datang atau tidak, itu adalah hak mereka sebagai pasangan calon. Masyarakat yang akan menilai sikap calon-calon pemimpinnya. (red)

0 Responses to “Jo-Dy Tidak Hadir, Debat Paslon Gagal”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: